Iklan

Iklan

Nasib PSI di Pemilu 2029 Disebut Akan Menentukan Warisan Politik Jokowi

Bugissulsel.id
06 Agustus 2026, 04.21 WIB Last Updated 2026-08-20T07:25:55Z

Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto: Ist).

Jakarta, Bugissulsel.com – Pengamat politik Adi Prayitno menilai langkah Joko Widodo yang memberikan dukungan penuh kepada PSI menuju Pemilu 2029 merupakan pertaruhan politik terbesar dalam kariernya setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, Pemilu 2029 akan menjadi ajang pembuktian apakah Jokowi masih memiliki pengaruh politik yang kuat tanpa status sebagai kepala negara dan tanpa dukungan politik dari PDI Perjuangan (PDI-P).

"Ketika Jokowi all out ingin memenangkan PSI di 2029, ini adalah pertaruhan politik Jokowi yang sesungguhnya setelah tak lagi jadi presiden, setelah tak lagi bersama dengan PDI-P," ujar Adi Prayitno dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Kamis (6/8/2026).

Adi mengatakan, selama ini tidak sedikit pihak yang beranggapan bahwa kekuatan politik Jokowi sangat bergantung pada jabatan presiden dan dukungan partai pengusungnya.

Karena itu, kata dia, capaian PSI pada Pemilu 2029 akan menjadi ukuran nyata untuk melihat sejauh mana pengaruh Jokowi masih bekerja di tengah masyarakat.

Menurutnya, apabila PSI berhasil lolos ke DPR RI, maka hal itu akan menjadi bukti bahwa Jokowi tetap memiliki daya tarik politik yang besar meski sudah tidak berada di pusat kekuasaan.

Sebaliknya, jika PSI gagal menembus parlemen, maka kritik yang menyebut Jokowi kehilangan pengaruh politik pasca-lengser dari kursi presiden diperkirakan akan semakin menguat.

"Kalau PSI lolos, berarti Jokowi hebat dan rekor politiknya tentu sangat luar biasa. Tapi kalau Jokowi tidak mampu membawa PSI lolos ke parlemen, banyak pihak akan mengatakan bahwa, ya, Jokowi sebenarnya bukan siapa-siapa tanpa PDI-P dan setelah tak lagi jadi presiden," tandasnya.

Sementara itu, Jokowi menunjukkan optimisme tinggi terhadap peluang PSI pada Pemilu 2029 saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang di Hotel Harper, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026).

Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan target PSI bukan hanya meraih kursi di Senayan, melainkan memenangkan kontestasi politik nasional pada 2029.


"Sekali lagi saya sampaikan, target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029," kata Jokowi.

Meski demikian, Jokowi mengaku tidak ingin terlalu mendahului hasil pemilu. Namun, ia menyebut PSI memiliki kalkulasi politik yang membuatnya optimistis partai tersebut mampu menembus DPR RI.

"Kalau soal masuk Senayan, saya tidak mendahului dan tidak sombong. Tetapi kita punya hitung-hitungan, kita punya kalkulasi. Masuk," ujarnya.

Jokowi juga menilai tingginya antusiasme kader PSI di berbagai daerah menjadi modal penting. 

Dia mencontohkan membludaknya peserta Rakorda di Kota Kupang serta semangat kader yang ia temui saat berkunjung ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung.

Menurut Jokowi, peluang PSI akan semakin terbuka jika struktur partai mampu diperkuat hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS).

"Kalau Rakorda di tingkat Kota Kupang penuh seperti ini, apa yang kita takutkan? Apa yang kita khawatirkan?" katanya.





Editor: A.Cakra/Red*
Komentar

Tampilkan

  • Nasib PSI di Pemilu 2029 Disebut Akan Menentukan Warisan Politik Jokowi
  • 0

Terkini

Iklan