Iklan

Iklan

Bupati Soppeng Tekankan Penanganan Dini Hotspot Saat Rakor Karhutla

Bugissulsel.com
27 Agustus 2026, 19.36 WIB Last Updated 2026-08-27T11:40:29Z

Bupati Soppeng Suwardi Haseng saat memberi arahan pada Rakor Karhutla. (Foto: Istimewa).

Soppeng, Bugissulsel.com – Bupati Soppeng Suwardi Haseng meminta seluruh jajaran terkait bergerak cepat menangani setiap titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Kabupaten Soppeng.

Menurut Suwardi, langkah cepat diperlukan agar hotspot tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang lebih luas dan sulit dikendalikan.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla Kabupaten Soppeng Tahun 2026 di Aula Tantya Sudhirajati Polres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kamis (27/8).

Dalam arahannya, Suwardi menegaskan pencegahan harus menjadi fokus utama seluruh pihak, terutama di tengah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.

Dia mengungkapkan, sejumlah wilayah di Kabupaten Soppeng saat ini telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) selama 21 hingga lebih dari 60 hari.

Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko terjadinya Karhutla apabila tidak diantisipasi sejak dini.

"Jangan tunggu sampai muncul titik api besar. Hotspot yang terdeteksi harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas," tegas Suwardi.

Bupati Soppeng itu juga mengingatkan pentingnya memperkuat pengawasan wilayah dan meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi Karhutla.

Menurutnya, seluruh unsur mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, camat, lurah hingga kepala desa harus aktif melakukan pemantauan di wilayah masing-masing.


Suwardi turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau.

Ia menilai edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha pertanian maupun perkebunan perlu terus dilakukan guna mencegah munculnya kebakaran yang dapat merusak lingkungan serta mengganggu aktivitas warga.

Selain itu, Suwardi mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya deteksi dini.

Warga dinilai, lanjutnya, memiliki peran strategis karena lebih cepat mengetahui jika terdapat titik panas maupun indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

Melalui rakor tersebut, Suwardi berharap seluruh pihak semakin meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat sinergi untuk mencegah terjadinya Karhutla di Kabupaten Soppeng.

"Pencegahan harus menjadi prioritas. Kita harus bergerak sebelum api membesar dan menjadi bencana," ujarnya.





Editor: A.Cakra/Red*
Komentar

Tampilkan

  • Bupati Soppeng Tekankan Penanganan Dini Hotspot Saat Rakor Karhutla
  • 0

Terkini

Iklan