Bugissulsel.com

akurat dan terpercaya

  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

    Duh! Belum Setahun Diperbaiki, Plafon Gedung Lapatau Ambruk Lagi

    Andi Cakra
    13 November 2025, 14.31 WIB Last Updated 2025-11-13T06:54:54Z

    Plafon Gedung Serbaguna Lapatau yang yang ambruk pada Selasa (12/11/25) kemarin. (Foto: BSS/A.Cakra).
    Soppeng, Bugissulsel.comProyek renovasi Gedung Serbaguna Lapatau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, kembali menuai sorotan tajam.

    Pasalnya, plafon gedung yang dikerjakan oleh CV. ILYAS BERDIKARI itu ambruk lagi, padahal baru diperbaiki kurang dari satu tahun lalu.

    Proyek yang menelan anggaran Rp5.137.167.000 milyar dengan Kontrak Nomor 01/SP/P4BG/PUPR-CK/I/2023 di bawah tanggung jawab Dinas PUPR Kabupaten Soppeng, namun hasilnya kembali mengecewakan.

    Ambruknya plafon kali ini terjadi pada Selasa (12/11/2025) kemarin. Ironisnya, kejadian serupa juga sempat terjadi pada Mei 2025 , beberapa bulan setelah perbaikan sebelumnya selesai.

    Kejadian berulang itu memunculkan pertanyaan besar tentang mutu pengerjaan proyek publik di Soppeng.

    Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Pemantau Korupsi dan Aparatur Negara (LPKN), Alfred Surya Putra Pandu’u, menilai proyek miliaran itu diduga dikerjakan tanpa standar teknis yang baik.

    “Dari awal kami menduga material yang digunakan tidak sesuai bestek. Sekarang terbukti , plafonnya ambruk lagi. Ini proyek miliaran, tapi kualitasnya di bawah standar alias buruk,” tegas Alfred, Kamis (13/11).

    Alfred juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak instansi pelaksana, yang menurutnya turut memperparah buruknya hasil pekerjaan.

    “Kalau proyek ini diawasi dengan benar , tidak mungkin dua kali ambruk dalam waktu sesingkat itu. Ada yang salah dalam sistem kerja dan kontrolnya,” katanya.

    Dari hasil penelusuran Bugissulsel.com, proyek renovasi Gedung Serbaguna Lapatau merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur publik tahun anggaran 2023. 

    Nilai proyek yang mencapai miliaran rupiah diharapkan menghasilkan fasilitas representatif untuk kegiatan masyarakat Soppeng, namun kenyataan di lapangan justru sebaliknya.

    Bangunan yang seharusnya menjadi simbol kemegahan, kini berubah jadi simbol lemahnya kualitas proyek di Soppeng.

    “Kalau proyek Rp5 miliar saja bisa ambruk dua kali, bagaimana dengan proyek lainnya?” ujar Alfred menutup keteranganya.

    Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum dimintai penjelasan resmi penyebab ambruknya plafon.

    Penulis: A.Cakra


    Catatan Redaksi: 

    Media Bugissulsel.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat dan berimbang. Jika ada pihak yang merasa dirugikan suatu pemberitaan, kami membuka ruang untuk memberikan sanggahan atau koreksi. Anda dapat mengirimkan artikel sanggahan melalui WhatsApp 085240517383.

    Sanggahan dan koreksi yang Anda berikan sangat berharga bagi kami!
    Komentar

    Tampilkan

    • Duh! Belum Setahun Diperbaiki, Plafon Gedung Lapatau Ambruk Lagi
    • 0

    menu atas