Pekanbaru, Bugissulsel.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak pada aktivitas masyarakat di Kota Pekanbaru, Riau.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua DPD Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Provinsi Riau, Erick Suryadi R.
Erick mengapresiasi respons cepat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho setelah pihaknya mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah akibat kualitas udara yang tidak sehat.
Hal itu disampaikan Erick melalui staf ahlinya saat dikonfirmasi awak media melalui telepon seluler, Senin (24/8).
"Alhamdulillah saya mendapat informasi jam 00.00 dini hari (24/08) Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho telah merespon dengan sangat cepat himbauan DPD ORI Riau agar masyarakat mengurangi aktifitas di luar rumah akibat dari kualitas udara yang tidak sehat di Kota Pekanbaru dan sekitarnya," ujar Erick.
Respons tersebut salah satunya diwujudkan Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan.
Pemkot Pekanbaru menerbitkan surat edaran mengenai penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat penurunan kualitas udara.
Dalam surat tersebut, kegiatan pembelajaran pada Senin (24/8) dilaksanakan secara jarak jauh atau daring dari rumah.
Peserta didik tidak perlu datang ke sekolah dan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan sekolah lainnya.
Keputusan itu diambil setelah pemerintah menggelar rapat bersama Sekretaris Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, serta BMKG.
Rapat tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 00.00 WIB.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto bersama jajaran perangkat daerah juga menggelar rapat audiensi dengan Kementerian Kesehatan RI terkait kondisi kualitas udara di Riau.
Rapat tersebut berlangsung hingga larut malam dan menghasilkan imbauan kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
"Keselamatan dan Perlindungan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama kami, kalau tidak ada kebutuhan yang mendesak kurangi aktifitas di luar rumah dan jika harus ke luar rumah agar menggunakan masker," ujar SF Hariyanto.
Berdasarkan pantauan selama 24 jam terakhir, mulai Minggu (23/8) pukul 09.00 WIB hingga Senin pagi, jarak pandang di sejumlah ruas jalan Kota Pekanbaru semakin pendek.
Aktivitas masyarakat di sejumlah lokasi juga terlihat menurun.
Begitu pula dengan aktivitas belajar siswa di sejumlah sekolah yang tampak lebih sepi dibandingkan hari biasa.
Erick berharap langkah cepat pemerintah tersebut dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak buruk kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Ia juga mengajak masyarakat mematuhi imbauan pemerintah dan mengutamakan kesehatan selama kondisi udara belum kembali normal.
Penulis: dr. H. Misri Hasanto Editor: A.Cakra |


