Soppeng, Bugissulsel.com – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng mengalami perlambatan cukup tajam pada Triwulan II 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng menunjukkan dikutip Senin (21/9), pertumbuhan ekonomi secara year-on-year (y-on-y) yang pada Triwulan I 2026 masih mencapai 9,39 persen, turun menjadi 2,91 persen pada Triwulan II 2026.
Penurunan tersebut mencapai 6,48 poin persentase hanya dalam satu triwulan.
Perlambatan juga terlihat jika ekonomi Soppeng dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Pada Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi secara quarter-to-quarter (q-to-q) masih berada di angka 1,15 persen dibandingkan Triwulan IV 2025.
Namun memasuki Triwulan II 2026, pertumbuhan q-to-q justru terkontraksi menjadi minus 2,15 persen. Artinya, terjadi penurunan sebesar 3,30 poin persentase.
Dari sisi nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kondisi tersebut juga tercermin dalam perbandingan kedua periode.
PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) yang pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp4.485,28 miliar, turun menjadi Rp4.453,95 miliar pada Triwulan II.
Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp31,33 miliar.
Penurunan juga terjadi pada PDRB atas dasar harga konstan (ADHK). Angkanya turun dari Rp2.318,86 miliar pada Triwulan I menjadi Rp2.269,00 miliar pada Triwulan II 2026.
Selisihnya mencapai sekitar Rp49,86 miliar.
Padahal, pada Triwulan I 2026 sejumlah sektor sempat mencatat pertumbuhan tinggi.
Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh 23,13 persen.
Kemudian Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 17,32 persen, sedangkan Pertanian, Kehutanan dan Perikanan tumbuh 11,38 persen.
Memasuki Triwulan II, struktur ekonomi Soppeng masih sangat ditopang sektor pertanian.
BPS mencatat Pertanian, Kehutanan dan Perikanan menjadi lapangan usaha dengan distribusi terbesar terhadap PDRB Soppeng, yakni 29,26 persen.
Namun, sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah tersebut justru mengalami kontraksi sebesar minus 2,56 persen.
Di sisi lain, sejumlah sektor masih menunjukkan pertumbuhan positif. Administrasi Pemerintahan tumbuh 10,60 persen, Konstruksi 9,03 persen, dan Industri Pengolahan 6,95 persen.
Data tersebut memperlihatkan adanya perubahan cukup mencolok dalam kinerja ekonomi Soppeng sepanjang paruh pertama 2026.
Jika pada Triwulan I pertumbuhan ekonomi tahunan masih berada di level 9,39 persen, maka pada Triwulan II angka itu merosot menjadi 2,91 persen.
Perlambatan tersebut menjadi catatan penting bagi perekonomian Soppeng, terutama karena sektor pertanian yang memiliki kontribusi terbesar terhadap PDRB justru mengalami kontraksi pada Triwulan II 2026.


