Soppeng, Bugissulsel.com – Pelayanan di Puskesmas (PKM) Salotungo, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, menjadi sorotan.
Sorotan itu muncul setelah sembilan siswi Sekolah Rakyat (SR) masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD), Selasa (22/9) malam.
Pantauan Bugissulsel.com, kesembilan siswi tersebut mengeluhkan nyeri dada dan pusing.
Namun, kondisi pelayanan di Puskesmas Salotungo justru menjadi perhatian.
Saat pasien berada di UGD, suasana puskesmas disebut gelap gulita karena listrik padam.
Parahnya, ruangan UGD tersebut cuman menggunakan penerangan lampu handphone (HP).
Kondisi tersebut tentu menjadi pertanyaan, mengingat UGD merupakan bagian pelayanan yang seharusnya siap menangani pasien, termasuk ketika terjadi gangguan listrik.
Saat ditanya mengenai ketersediaan genset, seorang petugas di lokasi menyebut belum ada anggaran.
"Belum ada anggarannya, Pak," ujar petugas tersebut.
Ironisnya, berdasarkan keterangan di lokasi, genset sebenarnya tersedia di Puskesmas Salotungo.
Namun, genset tersebut disebut tidak berfungsi ketika dibutuhkan.
Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan sarana penunjang pelayanan di fasilitas kesehatan tersebut.
Sorotan berikutnya muncul ketika keberadaan dokter jaga ditanyakan.
Petugas di lokasi menyebut komunikasi dengan dokter dilakukan melalui sambungan telepon.
"Melalui telepon saja, Pak," kata petugas.
“Gara-gara mati lampu Pak,” ujar petugas saat ditanya kronologi ke sembilan siswi tersebut.
Hingga saat ini, sembilan siswa tersebut masih dirawat dalam keadaan gelap gulita.
Penulis: A.Cakra |


