Soppeng, Bugissulsel.com – Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menunjukkan kepemimpinan cepat tanggap di tengah keresahan ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Soppeng.
Sedikitnya 3.567 PPPK di Kabupaten Soppeng kini tengah berjibaku memenuhi persyaratan administrasi yang diminta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Sesuai surat edaran, batas akhir penginputan berkas Daftar Riwayat Hidup (DRH) termasuk lampiran surat keterangan sehat dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) ditetapkan pada Senin (15/9) hari ini.
Deadline yang mepet itu membuat banyak PPPK panik. Mereka khawatir tidak bisa memenuhi syarat tepat waktu. Namun di tengah kecemasan itu, Suwardi turun langsung mengambil alih kendali.
“Saya tidak ingin melihat masyarakat, apalagi tenaga yang sudah dinyatakan lulus PPPK, kebingungan hanya karena persoalan waktu. Karena itu saya langsung bergerak,” ujar Suwardi, Sabtu (13/9) kemarin.
Suwardi mengaku langsung menghubungi Kepala BKN RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Dalam komunikasi tersebut, ia menyampaikan kondisi riil yang dihadapi para PPPK.
“Saya sampaikan banyak PPPK kami kesulitan. Antrean di Puskesmas panjang, urusan SKCK juga tidak bisa selesai dalam satu hari. Jadi, kami sangat berharap ada penambahan waktu,” katanya.
Menurut Suwardi, meski belum ada jawaban final, Kepala BKN menunjukkan empati terhadap masalah yang dihadapi Soppeng.
“Prof. Zudan tidak langsung mengiyakan, tapi beliau mendengar dan memahami kesulitan kita,” tambahnya.
Tak hanya itu, Suwardi juga menegaskan dirinya akan terus berusaha keras memperjuangkan nasib 3.567 PPPK tersebut.
“Mereka adalah aset daerah, tenaga yang kita butuhkan. Maka saya harus hadir, tidak boleh diam,” tegasnya.
Ia juga meminta agar seluruh PPPK di Soppeng tetap fokus melengkapi dokumen tanpa perlu terpengaruh isu.
“Jangan percaya dengan kabar pembatalan. Itu tidak benar. Yang penting ikuti aturan. Saya akan terus berjuang sampai tuntas,” ujarnya.
Sementara, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Muhammad Evinuddin, mengatakan pihaknya mendapat instruksi langsung dari Suwardi.
“Bupati minta kami bantu mempercepat pengurusan surat keterangan sehat. Jadi kami perintahkan semua Puskesmas lembur, bahkan tetap buka di hari libur,” kata Evinuddin.
Editor: A.Cakra/Red*


