Iklan

Iklan

Peminat SMP Sekolah Rakyat di Soppeng Lampaui Kuota

Bugissulsel.id
20 Agustus 2026, 02.57 WIB Last Updated 2026-08-20T07:21:17Z

 

Proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintergrasi Soppeng. (Foto: Istimewa).

Soppeng, Bugissulsel.com – Minat masyarakat Kabupaten Soppeng untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) terus meningkat.


Tingginya antusiasme itu paling terlihat pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang jumlah pendaftarnya jauh melampaui kuota yang tersedia.


Hasil penjangkauan Tim UPT Kementerian Sosial mencatat sebanyak 142 calon siswa mendaftar untuk jenjang SMP di SRT Soppeng pada tahun ajaran 2026.


Jumlah tersebut melebihi kuota standar yang ditetapkan Kementerian Sosial, yakni 90 siswa untuk setiap jenjang pendidikan.


Kepala SRT Soppeng, Arni Erjilla, mengatakan tingginya peminat SMP didominasi lulusan sekolah dasar yang memenuhi syarat sebagai penerima program.


"Banyak sekali peminatnya SMP karena rata-rata yang tamat SD dan bersyarat mereka mau, khususnya pada Desil 1 dan 2, jadi lumayan banyak," kata Arni seperti dilansir dari ANTARAnews.com, Rabu, (19/8).


Karena jumlah pendaftar SMP jauh lebih tinggi dibanding jenjang lainnya, pihak sekolah memutuskan mengalihkan sisa kuota dari tingkat SD dan SMA ke SMP.


Data penerimaan siswa baru menunjukkan jumlah pendaftar SD sebanyak 76 orang, SMP 142 orang, dan SMA 64 orang.


Artinya, kuota SD masih kurang 14 siswa dan SMA kurang 26 siswa dari target masing-masing 90 orang.


Sisa kuota sebanyak 40 kursi itu kemudian dialihkan ke SMP sehingga jumlah siswa yang diterima pada jenjang tersebut bertambah menjadi 130 orang.


"SMP bahkan masih ada cadangan 12 orang. Pendaftar SD kurang 14 orang, SMA kurang 26 orang jadi jatahnya kita pindahkan ke SMP 40 orang. Karena itu, tahun depan kuota SMP akan kami kurangi," ujarnya.


Arni menilai tingginya minat masyarakat tidak lepas dari berbagai aktivitas dan prestasi siswa SRT yang banyak dipublikasikan melalui media sosial.



Menurutnya, masyarakat mulai melihat hasil pendidikan di sekolah tersebut, termasuk capaian akademik para siswa.


Salah satu prestasi yang menjadi perhatian adalah keberhasilan siswa SRT meraih juara pertama Olimpiade Matematika dan juara kedua Olimpiade IPA tingkat Kabupaten Soppeng.


Sementara itu, rendahnya jumlah pendaftar pada jenjang SD dan SMA dipengaruhi sejumlah faktor.


Untuk tingkat SD, banyak orang tua yang belum siap melepas anak mereka tinggal di asrama pada usia yang masih relatif muda.


Sedangkan pada jenjang SMA, sebagian calon siswa lebih memilih sekolah reguler karena enggan tinggal di asrama dan harus mengikuti aturan ketat, termasuk larangan penggunaan telepon genggam.


Saat ini, SRT Soppeng juga belum melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).


Hal itu karena pembangunan gedung sekolah dan asrama masih berlangsung.


Akibatnya, sebanyak 84 siswa dari angkatan sebelumnya masih menjalani proses belajar mengajar di lokasi sekolah lama sambil menunggu fasilitas baru selesai dibangun.





Editor: A.Cakra/Red*

Komentar

Tampilkan

  • Peminat SMP Sekolah Rakyat di Soppeng Lampaui Kuota
  • 0

Terkini

Iklan